🐸 Cara Membuat Tabung Yeis Sendiri
Padatopik sebelumnya sudah dijelaskan tentang Tabung Yeis. Tabung Yeis berfungsi untuk menyimpan devisa gas dan mengirimkannya kembali ke dalam intake manifold. Cara kerjanya mudah. Yeis itu akan dihisap hingga vakum dan ketika gas ditutup tiba-tiba, kevakuman tersebut akan menghisap kabut bensin. Kabut bensin akan di hisap kembali ketika gas
Pitamerah membuat sudut sekitar 42 derajat dengan sinar matahari, . Kita sering melihat pelangi dengan warna yang indah sehabis hujan. Sumber cahaya buatan merupakan sumber. Cara Membuat Tabung Oksigen Sederhana Buatan Sendiri from dan sumber bahan kimia . Saat melewati air di dalam gelas.sumber cahaya buatan
pemasangantabung induksi pada sepeda motor 4 langkah 113 cc dapat meningkatkan unjuk kerja mesin dengan optimal. Tabung induksi yang dipakai dalam penelitian ini adalah berbentuk tabung yang mengadopsi dari teknologi YEIS (Yamaha Energy Induction System) pada sepeda motor Yamaha RXZ. Dalam penelitian ini peneliti menitik
backlinkseo. Contribute to amatechx/youtube- development by creating an account on GitHub.
caramembuat tabung oksigen sendiri. Uncategorized. cara membuat tabung oksigen sendiri. by CaraBuat September 2, 2021 September 2, 2021 0 39. Share 0. Blog ini berisi tentang Cara Membuat apa saja untuk keperluan dan kegunaan kehidupan kita sehari hari yang kita perlukan dari soal Makanan, Minuman Teknologi, Media Sosial, Internet dan lain
3 Bak engkol (karter), terletak dibawah blok silinder digunakan sebagai penampung oli mesin yang terbuat dari baja press.Pada karter ini juga dilengkapi ventilasi untuk menghubungkan ruang dalam dengan udara luar. Karter dibaut dibawah bak engkol dan diantaranya diberikan gasket (pelapis karet) untuk menghindari kebocoran pada sambungan tersebut sehingga oli mesin tidak bocor merembes keluar.
Nilaikonsumsi bahan bakar pada sepeda motor matik 113 cc tanpa penambahan tabung induksi nilai konsumsi bahan bakar yang terendah tercapai pada volume tabung induksi 125 cc yaitu mencapai 0,050
Mungkinpak Claude Paillard (F2FO , amatir radio dari Perancis) ini barangkali satu2 nya didunia yang bikin sendiri tabung vakum . Sebenarnya sih tidak terlalu sulit kalau lihat prosesnya seperti itu , tapi yang sulit adalah alat2 bantunya , terutama pompa vakum tinggi (high vacuum pump , bukan yg buat penyedot debu lho ) , induction heater .
Tarikanawal mesin 2 tak memang tak tertandingi. Contoh motor 2 tak yang menjadi legenda adalah Yamaha RX King dan Kawasaki Ninja. Kedua primadona motor 2 tak tersebut telah memakai teknologi YEIS (Yamaha Energy Induction System) dan KIPS (Kawasaki Integrated Powervalve system) untuk mendongkrak tenaga mesinnya.
. YEIS atau Yamaha Energy Industion System adalah suatu alat tambahan dalam sistem pemasukan yang originalnya didesain untuk meningkatkan efisiensi pada mesin2 2 langkah. Teknologi ini bukan hal baru dan merupakan trend pada tahun 80an. Hampir semua produsen motor 2 langkah seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Aprilia, KTM, Husqvarna, Polaris, dan Husaberg menjadikan sistem ini sebagai standar mereka. Namanya pun beragam tergantung produsen yang menggunakannya. Diluar negeri teknologi ini lebih dikenal dengan naa “Boost Bottle”, intake chamber, atau “Hemholtz Chamber”. Secara umum dikalangan tuner internasional teknologi ini umum disebut dengan nama intake chamber IC. SETAHU SAYA produsen pertama yang mempublikasikan secara mendetil tentang penelitian mereka tentang IC ini adalah YAMAHA, hal ini dapat dilihat pada SAE Papers no. 810923 – Modification of Two Stroke Intake System for Improvements of Fuel Consumption and Performance through the Yamaha Energy Induction System YEIS, by Noriyuki Hata, Takeo Fujita, dan Noritaka Matsuo – Yamaha Motor Co., Ltd. Salah satu kekurangan dari mesin 2 langkah adalah tidak terpisahnya proses pembakaran dan pemasukan. Gas buang sisa pembakaran didorong keluar oleh desakan dari gas baru masuk dari crankcase karter. Semaik efektif sistem pembilasan scavenging ini maka mutu pembakaran berikutnya akan semakin baik karena kemungkinan gas buang tercampur dengan gas baru akan berkurang. Namun jika gas datang dibilaskan “sebanyak-banyaknya” maka mereka semua akan terbuang percuma menuju ke knalpot tanpa berguna menghasilkan tenaga. Seperti sebagian sudah mengetahui, knalpot pada motor 2 langkah memegang peranan penting sekali dalam menghasilkan tenaga, kadang >30%. Knalpot2 modern mesin 2 langkah dirancang tidak saja mampu “menyedot” gas buang dan gas baru untuk proses pembilasan yang sempurna, namun juga mampu “mendorong balik” gas baru yang sebelumnya telah tersedot keluar kembali menuju mesin. Inilah yang menyebabkan mesin 2 langkah mempu mencapai efisiensi volumetrik VE >100%. Pada mesin 4 langkah non turbo dan supercharger VE berkisar antara 60-75% untuk kendaraan produksi dan mendekati 90% untuk mesin balap kondisi statik, pada daerah putaran mesin tertentu saja. Jadi dengan VE 60% suatu mesin dengan volume 100cc hanya mampu membakar 60cc campuran gas & bahan bakar. Menurut data dari Eric Gorr, mesin2 GP125 umumnya mencapai VE sampai 144%, yang berarti mereka membakar 180cc dengan kapasitas silinder hanya 125cc saja! Pada saat VE maksimum, konsumsi BBM mesinpun menurun berdasarkan perhitungan BSFC tentunya! BSFC = Brake Specific Fuel Consumption, artinya berapa banyak tenaga yang bisa dihasilkan suatu mesin per satuan bahan bakar yang dikonsumsinya. Oleh karena itu para pembuat motor 2 langkah meningkatkan desain knalpot untuk mendapatkan tenaga yang semakin baik dan efisien. Tapi sayangnya kondisi ini tidak gratis. Knalpot yang dirancang untuk bekerja efisien di putaran tertentu cenderung membuat pengoperasian diputaran lainnya menjadi tidak efisien. Detil dari cara kerja knalpot tidak akan saya bahas disini karena akan membuat fokus topik blur, jika ADA yang berminat, maka akan saya posting di artikel terpisah. Singkat kata demi mendapatkan mesin yang mampu beroperasi dengan efisien di putaran tertentu, produsen selama ini terpaksa berkompromi pada putaran mesin lainya. Dalam istilah Yamaha kondisi ini disebut dengan “through of torque” TOT. Pada kondisi ini tenaga mesin menurun, konsumsi bahan bakar dan tingkat rideability motor pun menurun. Penggunaan IC atau YEIS ternyata mampu mengurangi kerugian dari desain knalpot yang baik. Dengan cara ini maka daerah pengoperasian efisien dari suatu mesin meluas. Misal sebelumnya motor mulai bertenaga mulai dari putaran 5000rpm – 8000rpm, kini dapat menjadi 3000rpm – 8000rpm. Cara paling mudah untuk mengetahui pada putaran mesn berapa mesin mengalami TOT adalah dengan membuka saringan udara dan melihat kapan karburator memuntahkan kabut tipis kearah luar. Kabut tipis ini akan mengacaukan pembakaran karena mesin akan mendapatkan campuran bahan bakar yang terlalu kaya kebanyakan bensin. Kabut bensin tipis ini terjadi karena pulsa gelombang knalpot yang kembali ke mesin sebelum waktunya, mambuat bahan bakar yang masuk termuntahkan keluar lagi melalui karburator. Pada saat pulsa ini melewati venturi karburator dia selalu mengangkat bensin dari dalam mangkuk karburator karena sifat venturi karburator itu sendiri. Jika kita mengurangi pasokan bensin pada putaran tersebut maka solusi masih belum terjawab arena pada kondisi beban penuh mesin malah akan kekurangan bensin. Mirip buah simalakama. Motor yang diset enak untuk pemakaian ringan tidak memiliki settingan sama dengan mesin yang enak dipakai berakselerasi. Yamaha menemukan bahwa kondisi “through of torque” terjadi pada kondisi - Beban ringan - Pembukaan gas kecil <1/4 throttle Dalam menemukan dimensi optimal dari tabung YEIS, Yamaha melakukan penelitian yang akhirnya membuahkan hasil sebagai berikut Prinsip kerja menggunakan resonansi dari pulsa gelombang intake pemasukan – Intake pulse resonant. Dari sekian banyak model dan nama yang beredar dipasaran, prinsip kerjanya tetap sama. Prinsip kerjanya memanfaatkan fenomena yang ditemukan oleh tuan Hemholtz. Tuan Hemholtz telah merumuskan suatu formula universal yang mendasari teori resonansi gas dalam suatu tabung. Rumus umunya adalah sebagai berikut F = Vs/2pi*A/VCL+1/2A*pi^0,5^0,5 dimana, F=frekuensi resonansi Hz Vs=kecepatan suara dalam gas cm/menit A=luas area tabung cm^2 L=panjang tabung cm Vc=volume tabung cm^3 pi=3,14. Untuk kasus dalam IC maka rumusnya berubah menjadi sebagai berikut F = a/2pi*pi*Dp/2^2/Vb*Lp+1,57*Dp/2^0,5 dimana, F = frekuensi resonansi/putaran mesin Hz pi = 3,14 Dp = diameter batang pipa IC cm Lp = panjang pipa IC cm Vb = Volume tabung bukan pipa IC cm a = kecepatan suara dalam gas, biasa digunakan 204000 cm/detik Mesin yang menjadi bahan penelitian pada waktu itu memiliki spesifikasi sebagai berikut Bore/diameter piston = 56mm Stroke/langkah piston 50mm Volume/kapasitas = 123cc CR/kompresi = 1 Port timing Exhaust/lubang buang = 90deg Transfer/lubang bilas = 121deg Kalau anda perhatikan sangat mirip dengan model indonesia yang dikenal dengan nama RX-King bukan? Hanya saja dengan rasio kompresi yang lebih kecil dan kapasitas silinder hanya hasil penelitian terbukti bahwa YEIS ini mampu mengembalikan torsi yg hilang karena faktor design mesin dan mengurangi konsumsi bahan bakar sampai 14% pada kondisi pengoperasian sehari-hari. Sebagai contoh Vb = 400cc Dp = 0,8cm Lp = 20cm maka akan didapatkan, F sebesar 41,667Hz atau 2500rpm Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Yamaha akhirnya didapat kesimpulan sebagai berikut. YEIS berfungsi optimal pada kondisi-kondisi - Frekuensi maksimum dari YEIS harus dibuat sama dengan frekuensi rpm pada saat mesin mengalami TOT - Volume dari tabung utama YEIS harus dibuat minimal sama dengan volume silinder mesin. - luas penampang dari batang YEIS yang berada pada intake manifold harus minimal sama dengan ukuran luas penampang efektif karburator pada pembukaan yang diinginkan. Misal 1/4 throttle pada karburato 28mm sama dengan 1/4 x pi x 14^2= 153,938mm^2 Dari hasil percobaan juga diketahui bahwa YEIS tidak menunjukkan pengurangan berarti pada output WOT wide open throttle – WOT = kondisi bukaan gas penuh, sedikit sekali penurunan dari output maksimum mesin. Menurut hemat saya selama bentuk laluan dari intake manifild dan posisi lubang YEIS tidak terlalu menghambat aliran gas masuk, maka pemakaian YEIS memberikan selalu akan memberikan keuntungan. Menurut John Robinson pada bukunya 4 stroke Tuning, pemakaian intake chamber juga memberikan keuntungan dengan mengurangi blowback di karburator. Hasilnya tentu tenaga konsumsi bahan bakar yang lebih baik pada putaran rendah. Pengalaman pribadi saya juga membuktikan bahwa pemakaian IC pada motor 4 langkah GL Pro dan Supra sangat meningkatkan respon mesin pada putaran rendah 1000 – 2000rpm. Masalahnya hanya ribet saja karena bingung tabung nongol-nongol disekitar intake manifold.
TABUNG YEIS DAN KEGUNAAN NYA YEIS atau Yamaha Energy Industion System adalah suatu alat tambahan dalam sistem pemasukan yang originalnya didesain untuk meningkatkan efisiensi pada mesin2 2 langkah. Teknologi ini bukan hal baru dan merupakan trend pada tahun 80an. Hampir semua produsen motor 2 langkah seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Aprilia, KTM, Husqvarna, Polaris, dan Husaberg menjadikan sistem ini sebagai standar mereka. Namanya pun beragam tergantung produsen yang menggunakannya. Diluar negeri teknologi ini lebih dikenal dengan naa “Boost Bottle”, intake chamber, atau “Hemholtz Chamber”. Secara umum dikalangan tuner internasional teknologi ini umum disebut dengan nama intake chamber IC. SETAHU SAYA produsen pertama yang mempublikasikan secara mendetil tentang penelitian mereka tentang IC ini adalah YAMAHA, hal ini dapat dilihat pada SAE Papers no. 810923 – Modification of Two Stroke Intake System for Improvements of Fuel Consumption and Performance through the Yamaha Energy Induction System YEIS, by Noriyuki Hata, Takeo Fujita, dan Noritaka Matsuo – Yamaha Motor Co., Ltd. Salah satu kekurangan dari mesin 2 langkah adalah tidak terpisahnya proses pembakaran dan pemasukan. Gas buang sisa pembakaran didorong keluar oleh desakan dari gas baru masuk dari crankcase karter. Semaik efektif sistem pembilasan scavenging ini maka mutu pembakaran berikutnya akan semakin baik karena kemungkinan gas buang tercampur dengan gas baru akan berkurang. Namun jika gas datang dibilaskan “sebanyak-banyaknya” maka mereka semua akan terbuang percuma menuju ke knalpot tanpa berguna menghasilkan tenaga. Seperti sebagian sudah mengetahui, knalpot pada motor 2 langkah memegang peranan penting sekali dalam menghasilkan tenaga, kadang >30%. Knalpot2 modern mesin 2 langkah dirancang tidak saja mampu “menyedot” gas buang dan gas baru untuk proses pembilasan yang sempurna, namun juga mampu “mendorong balik” gas baru yang sebelumnya telah tersedot keluar kembali menuju mesin. Inilah yang menyebabkan mesin 2 langkah mempu mencapai efisiensi volumetrik VE >100%. Pada mesin 4 langkah non turbo dan supercharger VE berkisar antara 60-75% untuk kendaraan produksi dan mendekati 90% untuk mesin balap kondisi statik, pada daerah putaran mesin tertentu saja. Jadi dengan VE 60% suatu mesin dengan volume 100cc hanya mampu membakar 60cc campuran gas & bahan bakar. Menurut data dari Eric Gorr, mesin2 GP125 umumnya mencapai VE sampai 144%, yang berarti mereka membakar 180cc dengan kapasitas silinder hanya 125cc saja! Pada saat VE maksimum, konsumsi BBM mesinpun menurun berdasarkan perhitungan BSFC tentunya! BSFC = Brake Specific Fuel Consumption, artinya berapa banyak tenaga yang bisa dihasilkan suatu mesin per satuan bahan bakar yang dikonsumsinya. Oleh karena itu para pembuat motor 2 langkah meningkatkan desain knalpot untuk mendapatkan tenaga yang semakin baik dan efisien. Tapi sayangnya kondisi ini tidak gratis. Knalpot yang dirancang untuk bekerja efisien di putaran tertentu cenderung membuat pengoperasian diputaran lainnya menjadi tidak efisien. Detil dari cara kerja knalpot tidak akan saya bahas disini karena akan membuat fokus topik blur, jika ADA yang berminat, maka akan saya posting di artikel terpisah. Singkat kata demi mendapatkan mesin yang mampu beroperasi dengan efisien di putaran tertentu, produsen selama ini terpaksa berkompromi pada putaran mesin lainya. Dalam istilah Yamaha kondisi ini disebut dengan “through of torque” TOT. Pada kondisi ini tenaga mesin menurun, konsumsi bahan bakar dan tingkat rideability motor pun menurun. Penggunaan IC atau YEIS ternyata mampu mengurangi kerugian dari desain knalpot yang baik. Dengan cara ini maka daerah pengoperasian efisien dari suatu mesin meluas. Misal sebelumnya motor mulai bertenaga mulai dari putaran 5000rpm – 8000rpm, kini dapat menjadi 3000rpm – 8000rpm. Cara paling mudah untuk mengetahui pada putaran mesn berapa mesin mengalami TOT adalah dengan membuka saringan udara dan melihat kapan karburator memuntahkan kabut tipis kearah luar. Kabut tipis ini akan mengacaukan pembakaran karena mesin akan mendapatkan campuran bahan bakar yang terlalu kaya kebanyakan bensin. Kabut bensin tipis ini terjadi karena pulsa gelombang knalpot yang kembali ke mesin sebelum waktunya, mambuat bahan bakar yang masuk termuntahkan keluar lagi melalui karburator. Pada saat pulsa ini melewati venturi karburator dia selalu mengangkat bensin dari dalam mangkuk karburator karena sifat venturi karburator itu sendiri. Jika kita mengurangi pasokan bensin pada putaran tersebut maka solusi masih belum terjawab arena pada kondisi beban penuh mesin malah akan kekurangan bensin. Mirip buah simalakama. Motor yang diset enak untuk pemakaian ringan tidak memiliki settingan sama dengan mesin yang enak dipakai berakselerasi. Yamaha menemukan bahwa kondisi “through of torque” terjadi pada kondisi - Beban ringan - Pembukaan gas kecil <1/4 throttle Dalam menemukan dimensi optimal dari tabung YEIS, Yamaha melakukan penelitian yang akhirnya membuahkan hasil sebagai berikut Prinsip kerja menggunakan resonansi dari pulsa gelombang intake pemasukan – Intake pulse resonant. Dari sekian banyak model dan nama yang beredar dipasaran, prinsip kerjanya tetap sama. Prinsip kerjanya memanfaatkan fenomena yang ditemukan oleh tuan Hemholtz. Tuan Hemholtz telah merumuskan suatu formula universal yang mendasari teori resonansi gas dalam suatu tabung. Rumus umunya adalah sebagai berikut F = Vs/2pi*A/VCL+1/2A*pi^0,5^0,5 dimana, F=frekuensi resonansi Hz Vs=kecepatan suara dalam gas cm/menit A=luas area tabung cm^2 L=panjang tabung cm Vc=volume tabung cm^3 pi=3,14. Untuk kasus dalam IC maka rumusnya berubah menjadi sebagai berikut F = a/2pi*pi*Dp/2^2/Vb*Lp+1,57*Dp/2^0,5 dimana, F = frekuensi resonansi/putaran mesin Hz pi = 3,14 Dp = diameter batang pipa IC cm Lp = panjang pipa IC cm Vb = Volume tabung bukan pipa IC cm a = kecepatan suara dalam gas, biasa digunakan 204000 cm/detik Mesin yang menjadi bahan penelitian pada waktu itu memiliki spesifikasi sebagai berikut Bore/diameter piston = 56mm Stroke/langkah piston 50mm Volume/kapasitas = 123cc CR/kompresi = 1 Port timing Exhaust/lubang buang = 90deg Transfer/lubang bilas = 121deg Kalau anda perhatikan sangat mirip dengan model indonesia yang dikenal dengan nama RX-King bukan? Hanya saja dengan rasio kompresi yang lebih kecil dan kapasitas silinder hanya hasil penelitian terbukti bahwa YEIS ini mampu mengembalikan torsi yg hilang karena faktor design mesin dan mengurangi konsumsi bahan bakar sampai 14% pada kondisi pengoperasian sehari-hari. Sebagai contoh Vb = 400cc Dp = 0,8cm Lp = 20cm maka akan didapatkan, F sebesar 41,667Hz atau 2500rpm Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Yamaha akhirnya didapat kesimpulan sebagai berikut. YEIS berfungsi optimal pada kondisi-kondisi - Frekuensi maksimum dari YEIS harus dibuat sama dengan frekuensi rpm pada saat mesin mengalami TOT - Volume dari tabung utama YEIS harus dibuat minimal sama dengan volume silinder mesin. - luas penampang dari batang YEIS yang berada pada intake manifold harus minimal sama dengan ukuran luas penampang efektif karburator pada pembukaan yang diinginkan. Misal 1/4 throttle pada karburato 28mm sama dengan 1/4 x pi x 14^2= 153,938mm^2 Dari hasil percobaan juga diketahui bahwa YEIS tidak menunjukkan pengurangan berarti pada output WOT wide open throttle – WOT = kondisi bukaan gas penuh, sedikit sekali penurunan dari output maksimum mesin. Menurut hemat saya selama bentuk laluan dari intake manifild dan posisi lubang YEIS tidak terlalu menghambat aliran gas masuk, maka pemakaian YEIS memberikan selalu akan memberikan keuntungan. Menurut John Robinson pada bukunya 4 stroke Tuning, pemakaian intake chamber juga memberikan keuntungan dengan mengurangi blowback di karburator. Hasilnya tentu tenaga konsumsi bahan bakar yang lebih baik pada putaran rendah. Pengalaman pribadi saya juga membuktikan bahwa pemakaian IC pada motor 4 langkah GL Pro dan Supra sangat meningkatkan respon mesin pada putaran rendah 1000 – 2000rpm. Masalahnya hanya ribet saja karena bingung tabung nongol-nongol disekitar intake manifold.
Cara Membuat Tabung Ijazah Mudah dan Praktis Tabung ijazah memang sebuah benda sepele namun menyimpan banyak fungsi yang menjadikan pemiliknya terkenang sepanjang hayat. Tabung ijazah biasanya digunakan untuk menyimpan ijazah asli atau piagam sebuah perlombaan. Kini, ada banyak tempat yang membuat asesoris ini karena unik dan lebih murah dibanding map yang harganya lebih tinggi. Simak cara pembuatan tabung ijazah unik di bawah ini Bahan pembuat Selonsong dari pralon Gergaji besiLem tembakPita Kain bludruKarton tebal Cara membuat Potonglah pralon sepanjang 30 cm menggunakan gergaji kecil, potonglah lagi menjadi 2 bagian, bagian tutup setinggi 10 cm dan 20 cm bagian badan. Bersihkan dengan air dan jemurPotonglah kain bludru sesuai diameter dan panjang pralonPotonglah karton tebal sesuai diameter alas tabung dan potong karton lain untuk penyangga penutup tabungRekatkan dengan lem tembak bagian badan, penutup dan tempelkan kain bludrunya. Tempelkan semua karton untuk alas dan bagian kepala namun melengkung di dalamnyaLubangi penutup ditengah untuk meletakkan pita Alternatif pembuatan tabung ijazah ini pada dasarnya adalah sebuah inovasi baru aksesoris wisuda. Zaman dahulu saat wisuda para wisudawan akan membawa map yang cukup besar namun karena cukup repot lambat laun beralih ke tabung yang mudah dipegang. Acara seremonial wisuda kini juga mulai dilakukan ketika anak-anak lulus sekolah, memakai kebaya dan toga almamater sekolah menambah percaya diri dan eksistensi sekolah itu sendiri. Berbagai aksesoris wisuda seperti topi, tabung, baju toga, map ijazah, selempang atau slayer untuk mengenang sekolah memang sedang populer saat ini. Jika Anda memesan aksesoris tentunya harus dengan kualitas terbaik yang meliputi proses jahitan sempurna, bahan yang terbaik, waktu pemesanan yang tepat dan harga yang bersaing. Pada dasarnya metode pembuatan tabung ijazah seperti yang dikemukakan di atas namun bisa dikembangkan model lainnya. Model tabung ijazah kini semakin berkembang pesat, antara lain Model Tabung Polosan Tabung model ini hanya ada nama instansi dan nama wisudawan di bagian tubuh tabung dengan warna satu macam saja. Harganya lebih terjangkau untuk model polosan. Model Tabung Bordiran Tabung bordiran ini ada di bagian tubuh tabung dengan nama dan instansi terkait, warnanya satu macam saja dan harganya lebih tinggi dari model polosan. Untuk bagian penutupnya ada pita dan sedikit ukiran bordiran di sisinya. Model Tabung Bermotif Tabung bermotif ini memiliki selimut tabung seperti batik, garis-garis atau desain tertentu, ada tulisan nama wisudawan dan almamater asalnya. Harganya bisa 30% lebih mahal dari model polosan. Anda bisa memesan dengan kapasitas besar dan dapatkan diskon spesial dari tempat kami.
cara membuat tabung yeis sendiri